Formasi 4-2-3-1 Juventus Bisa Bungkam Barcelona

Pertemuan antara Juventus dan Barcelona akan mengingatkan semua orang pada hasil final Liga Champions 2014/2015. Kala itu Barcelona berhasil menjuarai Liga Champions karena berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 1-3.

Namun pada pertemuan kali ini, pada laga leg pertama perempatfinal Liga Champions yang akan digelar di Juventus Stadium, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB, Juventus rasanya bisa membalaskan dendamnya tersebut. Juventus saat ini bukan lagi Juventus dua tahun lalu, begitu pun Barcelona.

Barca musim ini menjalani musim yang penuh dengan lika-liku. Di La Liga, mereka terus di bawah bayang-bayang Real Madrid yang terus memuncaki klasemen. Luis Enrique, pelatih mereka, akan meninggalkan tim akhir musim nanti. Dan beberapa persoalan lain seperti cedera pemain.

Sementara itu Juventus justru tampil lebih meyakinkan sepanjang musim ini. Superioritas di Serie A tetap terjaga sebagaimana lima musim sebelumnya. Di Liga Champions, Juventus pun bisa dibilang lolos tanpa hambatan berarti.

Dan keunggulan Juventus atas Barcelona pada pertemuan kali ini tidak sampai di situ saja.

Dalam beberapa musim terakhir, melangkah ke final Liga Champions 2015 memang menjadi pencapaian terbaik Juventus, bahkan sejak 2003 ketika Juve dikalahkan AC Milan di partai final. Juventus sendiri sempat mengalami masa kelam setelah calciopoli menjerumuskan mereka ke Serie B pada 2006.

Salah satu persoalan Juventus selalu gagal menaklukkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir adalah kurang tajamnya formasi dasar 3-5-2 di kejuaraan antar kesebelasan UEFA tersebut. Tak seperti di Serie A ketika formasi 3-5-2 Juventus mampu menaklukkan lawan-lawannya, di Liga Champions formasi 3-5-2 seolah tanpa taji.

Juventus sebenarnya beberapa kali mengubah formasi menjadi 4-3-1-2 atau 4-3-3 baik sejak menit pertama maupun ketika di tengah pertandingan Liga Champions. Hanya saja para pemain yang ada tidak disiapkan untuk bermain pada formasi 4-3-1-2 dan 4-3-3.

Pada laga final saat menghadapi Barcelona, Juventus pun menggunakan formasi 4-3-1-2. Namun Juventus saat itu lebih banyak tertekan ketimbang menebar ancaman bagi lini pertahanan Barcelona. Padahal Juventus sudah tertinggal 0-1 sejak menit keempat lewat gol Ivan Rakitic.

Juventus berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55 melalui gol Alvaro Morata. Setelah itu, Juve lebih berani menyerang. Namun karena ketidaksiapan strategi Juventus menyerang dengan strategi ini, Barca berhasil menambah dua gol.

Kali ini, Juventus kemungkinan besar akan tampil dengan formasi dasar 4-2-3-1, formasi yang umumnya digunakan oleh kesebelasan-kesebelasan Liga Champions dan Eropa. Formasi ini digunakan oleh sang pelatih, Massimilliano Allegri, usai Juventus kalah dari Fiorentina dan beberapa pekan setelah dikalahkan AC Milan di Piala Super Italia.

Setelah menggunakan formasi 4-2-3-1 ini, sebelumnya menggunakan formasi dasar 3-5-2, Juventus mulai tak terkalahkan. Dari 17 laga menggunakan formasi ini, Juventus berhasil meraih 14 kemenangan dan dua kali hasil imbang. Satu kekalahan baru didapat beberapa waktu lalu, namun di ajang Coppa Italia, itu pun dengan catatan Juventus tetap menang agregat sehingga tetap lolos ke final.

Sebelum menghadapi Barcelona dinihari nanti, Juve kembali menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 kala menghadapi Chievo Verona. Mengistirahatkan sejumlah pemain seperti Leonardo Bonucci, Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, dan Giorgio Chiellini, Juventus tetap berhasil menang dengan skor 2-0.

Leave a Reply

%d bloggers like this: