This is default featured slide 1 title

This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Rio Ferdinand Ungkap Satu-satunya Penyesalannya Sebagai Pemain Di MU

Rio Ferdinand Ungkap Satu-satunya Penyesalannya Sebagai Pemain Di MU

Rio Ferdinand Ungkap Satu-satunya Penyesalannya Sebagai Pemain Di MU

Rio Ferdinand mengatakan bahwa satu-satunya penyesalan atas kariernya di Manchester United adalah  tidak mendesak Sir Alex Ferguson untuk memainkan tim terkuatnya di semifinal Piala FA 2009.

Ferdinand memenangkan enam gelar Premier League, tiga Piala Liga dan Liga Champions selama masa 12 tahun bermain di Old Trafford, namun ia tidak pernah memenangkan Piala FA.

Sesali satu piala lepas

Ferdinand menulis: “Dari semua pertandingan yang akan saya ikuti, jika ada satu hal yang dapat saya lakukan, yang dapat saya ubah, adalah mengatakan kepada Sir Alex Fergusn untuk memainkan Rooney dan Ronaldo di semifinal Piala FA melawan Everton.”

Laga Manchester United vs Everton di semifinal Piala FA 2009 sendiri sempat berakhir buntu tanpa gol. Dan akhirnya Everton berhasil lolos ke final setelah menang adu pemalti dengan skor 4-2. Namun di partai puncak Chelsea yang akhirnya jadi juara setelah mengalahkan Everton.

“Ada semifinal (Liga Champions) atau sesuatu yang akan datang dan dia ingin memastikan semua pemain beristirahat, jadi dia merotasi skuat agar para pemain fit.”

“Saya juga mendapatkan waktru istirahat, tapi saya tahu, jika kami bermain, akan ada satu piala lagi di Old Trafford. Jadi, saya menyesali itu,” ujarnya.

 

Masalah dengan bek tengah MU

Sepeninggal Rio Ferdinand, Manchester United berusaha untuk bangkit dan mendapatkan pemain bintang di posisi bek tengah, dan hingga kini mereka masih berusaha untuk mendapatkan pemain yang tepat untuk dipasangkan dengan Eric Bailly di pusat pertahanan.

Beberapa nama telah dikaitkan dengan Manchester United belakangan ini, termasuk bek tengah Southampton Virgil van Dijk yang mampu menunjukkan performa yang tajam dan konsisten di kompetisi Premier League musim ini.

Di sepanjang musim ini, demi menutup lubang yang menganga di lini belakang, Mourino kerap memainkan Daley Blind atau Marcos Rojo sebagai bek tengah di timnya, dan meski itu berjalan dengan baik, The Special One masih menginginkan pemain yang benar-benar memiliki atribut yang lengkap sebagai bek tengah.

Curhatan Iniesta Tentang Masa Depannya Bersama Barca

Curhatan Iniesta Tentang Masa Depannya Bersama Barca

Curhatan Iniesta Tentang Masa Depannya Bersama Barca

Meskipun segalanya sudah ia curahkan untuk sang klub, kapten Blaugrana itu menginginkan untuk merasa berguna bagi klub ke depannya. Iniesta ingin adanya jaminan bermain di proposal kontrak barunya dan adanya langkah konkret dari pelatih baru untuk meyakinkannya.

Terpengaruh musim yang mengecewakan

Kendati demikian, Iniesta mengaku tak akan mengatakan tidak andai memang klub memiliki langkah pasti dalam rencana baru untuk musim depan. Banyak hal memang yang harus diperhitungkan olehnya, mengingat usianya yang sudah hampir mendekati pensiun.

“Saya tidak pernah mengatakan saya tidak akan memperbaharui kontrak saya, namun lebih dari itu saya ingin mengevaluasi banyak hal yang tak berbeda. Ini bukan semata-mata masalah keuangan saja,” ujar Iniesta kepada Radio Onda Cero.

“Ada sejumlah faktor yang bergabung bersama, personal, momen dari musim dan itu bukan sesuatu yang mudah untuk diputuskan,”

“Saya butuh untuk meyakinkan diri dengan membuat keputusan yang jujur dan salah satunya untuk kebaikan semua orang.”

Belum terlalu mengenal pelatih baru

Keluar dari konteks kontraknya, Iniesta mencoba memberikan argumennya mengenai penunjukkan pelatih baru Barcelona Ernesto Valverde. Mantan pelatih Bilbao itu secara resmi diumumkan sebagai pelatih baru langsung oleh presiden klub Josep Maria Bartomeu pada Senin (29/5) sore waktu setempat.

“Saya tidak tahu tentang Valverde hingga pengumuman itu diterbitkan. Saya pernah sesekali berbincang dengannya namun tak banyak,” imbuh pemilik nomor punggung 6 itu.

“Ia akan mendapat dukungan besar dari tim yang bekerja keras. Dan berharap dia mendapat banyak keberuntungan jadi kami bisa mencapai segalanya bersama-sama,”

“Dia memiliki visi yang bagus untuk timnya dan ini akan menjadi langkah terbaru lainnya untuk dia.”

Rencana pengenalan Valverde ke publik akan dilangsungkan pada hari Kamis (1/6) pagi waktu setempat. Sekaligus menjadi titik permulaan baginya menukangi Blaugrana.

Spalletti Sebut Nama Pelatih Yang Pantas Gantikan Posisinya Di Roma

Spalletti Sebut Nama Pelatih Yang Pantas Gantikan Posisinya DiSpalletti Sebut Nama Pelatih Yang Pantas Gantikan Posisinya Di RomaRoma

Spalletti Sebut Nama Pelatih Yang Pantas Gantikan Posisinya DiSpalletti Sebut Nama Pelatih Yang Pantas Gantikan Posisinya Di RomaRoma

Luciano Spalletti meyakini bahwa pelatih Sassuolo Eusebio Di Francesco adalah orang yang tepat untuk ditunjuk sebagai penggantinya di Roma.

Kepergian Spalletti dari Roma dikonfirmasi pada hari Selasa, dengan pelatih asal Italia itu sangat terkait dengan kekosongan kursi pelatih di Inter. Spalletti meninggalkan Roma dengan prestasi yang cukup baik, di mana ia membawa timnya menempati posisi kedua di klasemen akhir Serie A dengan hanya tertinggal empat poin.

Kenal baik karakter tim

Dan Spalletti mengatakan bahwa Di Francesco, atau Vincenzo Montella yang telah menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun di AC Milan pada pekan ini, merupakan sosok yang tepat untuk mennggantikan posisinya di Stadion Olimpico.

“Saya berharap salah satu dari Di Francesco atau Montella bisa menjadi pelatih Roma berikutnya, karena mereka mengenal lingkungan di sini dan mereka memiliki kualitas dan kemampuan melatih yang dibutuhkan,” ujar Spalletti.

“Sedangkan untuk diri saya sendiri, saya bebas untuk berbicara dengan siapa saja yang saya inginkan. Saya akan mulai besok dan jika ada yang mau menghubungi saya, maka saya akan mendengarkannya,” tambahnya.

Jaga hubungan baik dengan Roma

Spalletti pun bersikeras bahwa dirinya meninggalkan Roma dalam posisi yang baik, dengan klub tersebut telah menunjuk Monchi sebagai direktur olahraga baru mereka dan berencana membangun stadion baru.

“Saya tidak pernah mengakhiri hubungan saya dengan Roma sepenuhnya, bahkan saat saya berada di Rusia. Saya selalu memantau hasil tim dan bagaimana penampilan mereka. Saya pikir saya bisa mengatakan bahwa kami bekerja dengan baik,” tambahnya.

“Yang terpenting adalah saya meninggalkan tim Roma yang sangat kuat, sebuah tim dengan beberapa pemain hebat. Presiden Jim Pallotta berasal dari latar belakang olahraga yang berbeda dan dia menunjukkan keinginannya untuk berinvestasi dan mencapai hal-hal besar. Dia ingin membangun Stadio della Roma, dan ini akan membuat segalanya lebih mudah bagi Roma,” pungkasnya.

Kiper Legendaris Real Madrid Sebut Buffon Layak Dapat Trofi Liga Champions

Kiper Legendaris Real Madrid Sebut Buffon Layak Dapat Trofi Liga Champions

Kiper Legendaris Real Madrid Sebut Buffon Layak Dapat Trofi Liga Champions

Namun diBantara hubungannya dengan Buffon, Casillas juga tak menampik dirinya masih berharap bahwa Real Madrid yang akan menjadi juaranya.

Seperti yang diketahui, laga pamungkas kompetisi elite antar klub Eropa itu bakal digelar akhir pekan ini tepatnya 4 Juni mendatang di Cardiff.

Casillas tetap dukung Real Madrid

Seperti yang dilansir dari Gazetta dello Sport, Casillas memberikan pandangannya tentang pertandingan antara Juve dengan mantan klubnya Real Madrid. Dia menuturkan: “Buffon pantas memenangkan Champions League ini, namun saya tentunya akan mendukung Real Madrid,”

“Itu jelas karena mereka masih merupakan tim saya. Dia (Buffon) sudah melewati tahun yang hebat dan dia telah menunjukkan bahwa usia 39 masih bisa menjadi seorang kiper luar biasa.”

“Kariernya tidak akan berhenti tanpa memenangkan Champions League. Saya juga senang ada Higuain, karena dia sudah menunjukkan bahwa dirinya seorang striker besar.”

CR7 bisa jadi pembeda

Bicara soal siapa pemain yang akan bersinar di laga final Champions League nanti, Casillas mengaku Juve memiliki trisula maut di barisan depan yakni Dybala, Higuain, Mandzukic. Ketiganya memiliki karakter berbeda dari pada kebanyakan striker lainnya di dunia. Mereka mampu saling melengkapi satu sama lain.

Namun, menurut kiper yang saat ini masih terikat kontrak dengan FC Porto itu mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo juga akan menjadi pembeda yang patut untuk diperhitungkan.

“Saya bisa melihat dan berharap untuk sebuah laga final yang menarik, karena Juventus dan Real Madrid merupakan tim top saat ini,” sambung Casillas.

“Klub Italia memiliki pertahanan yang jauh lebih baik dan sekarang mereka juga sangat tajam di lini penyerangan, dengan adanya Dybala, Higuain, dan Mandzukic,”

“Akan tetapi, Real Madrid merupakan tim yang sangat kuat dan Ronaldo memiliki permainan yang sensasional.” pungkasnya.

Kata Ramos Soal Buffon dan Kunci Sukses Madrid di Eropa

Kata Ramos Soal Buffon dan Kunci Sukses Madrid di Eropa

Kata Ramos Soal Buffon dan Kunci Sukses Madrid di Eropa

Sergio Ramos punya penilaian soal sosok Gianluigi Buffon. Selain itu, kapten Real Madrid tersebut juga mengungkap kunci sukses timnya di pentas Eropa. Apa katanya?

Ramos dan Buffon akan bentrok di final Liga Champions saat Real Madrid menghadapi Juventus di Millennium Stadium, Minggu (4/6/2017) dinihari WIB.

Ramos dan Buffon punya prestasi yang berbeda di Liga Champions. Jika Ramos sudah dua kali menang bersama Madrid, Buffon justru sebaliknya.

Buffon sudah dua kali kalah di final bersama Juventus yakni pada musim 2002-2003 dan 2014/2015. Kesempatan ketiga Buffon untuk merebutnya datang akhir pekan ini.

Ramos menilai, Buffon adalah legenda sepakbola tak terbantahkan. Kiper Bianconeri itu, menurut Ramos, sudah buktikan diri kalau usia bukanlah halangan untuk mengejar prestasi.

“Buffon adalah seorang legenda dan akan terus diingat sebagai salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang sejarah sepakbola,” ucap Ramos seperti dikutip Four Four Two.

“Dia adalah contoh bagi siapapun yang ingin menekuni dan merasakan olahraga ini dan dia juga menunjukkan kalau usia bukanlah suatu hambatan,” sambungnya.

Ramos juga menilai, keberhasilan Madrid menjejak final dan berpeluang menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions adalah karena beberapa faktor.

“Bagi saya, suatu kehormatan Zidane mengatakan kalau saya mewakili nilai-nilai Madrid,” tambahnya.

“Setiap dari kami membawa sesuatu yang berbeda, ada yang memberi pengalaman, ada yang masih muda, ada yang mencetak gol, kami semua memberikan apa yang kami bisa berikan.”

“Gabungan semua itu yang jadi kunci sukses kami, atmosfer tim kami juga bagus dan sangat harmoni,” tegasnya.

Mbappe Tidak Takut Pergi dari Monaco

Mbappe Tidak Takut Pergi dari Monaco

Mbappe Tidak Takut Pergi dari Monaco

Kylian Mbappe kini jadi salah satu pemain muda yang masuk radar klub-klub top Eropa. Dia pun mengaku tak takut meninggalkan AS Monaco.

Manchester City dan Real Madrid sejauh ini jadi klub yang kerap dikait-kaitkan dengan Mbappe. Hasrat kuat untuk mengangkut Mbappe keluar dari Monaco tak lepas dari penampilan okenya di musim 2016/2017.

Mbappe jadi salah satu pemain yang punya andil besar membantu Monaco meraih gelar juara Ligue 1 musim ini, setelah terakhir kali juara pada musim 1999/2000. Pria 18 tahun itu juga berhasil membantu Les Monegasques menjadi semifinalis Liga Champions 2016/2017.

Di musim ini Mbappe total mengoleksi 26 gol dan 14 assist dari 44 penampilan di seluruh kompetisi. Di antara catatan itu, remaja Prancis ini menorehkan enam gol di sembilan penampilan Liga Champions, menunjukkan dirinya menikmati atmosfer-atmosfer besar.

Mbappe sebelumnya menyatakan bahwa dirinya saat ini cuma ingin mendapatkan jaminan waktu bermain, yang sudah didapatkan di Monaco. Tapi baru-baru ini dia berubah pandangan, merasa dia tak akan lantas kehilangan waktu bermain kalau hijrah ke klub lain.

“Kok bisa kurang bermain? Saya akan punya waktu untuk merenungkan itu dan, tidak, saya tidak takut untuk pergi,” kata Mbappe seperti dikutip ESPN.

Terkait masa depannya, Mbappe mengaku bahwa dirinya akan berkonsultasi dengan pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps. Untuk saat ini dia akan fokus ke timnas lebih dulu dan belum memikirkan soal peluang pindah klub.

“Saran dari (Deschamps) penting. Itu tidak akan mengarahkan pilihan saya, tapi itu akan diperhitungkan. Saya tidak berpikir bahwa saya akan datang ke kantornya untuk bertanya soal itu,” sambungnya.

“Tapi ada banyak waktu untuk memikirkan semua ini. Masih ada pertandingan-pertandingan penting untuk Prancis,” tegas Mbappe.