Persib Tunggu Taji Investasi Bernilai Selangit

Persib Bandung jadi kandidat juara Liga 1. Maung Bandung mempunyai skuat dengan nilai investasi ‘wow’.

Sejak terakhir kali menjuarai kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2014, Persib tidak bermain konsisten di level turnamen. Usai menjuarai Piala Presiden 2015, Persib malah tak bisa lolos dari babak grup di Piala Jenderal Sudirman.

Sementara itu, di Indonesian Soccer Championship (ISC) A–kompetisi pengganti ISL sementara–Persib hanya mampu finis di posisi kelima, yang sebagian besar perjalanan mereka diasuh Dejan Antonic.

Menjelang bergulirnya Liga 1, Persib mulai menebar ancaman lagi. Dengan kehadiran beberapa pemain yang ada saat menjuarai ISL 2014, tim yang juga berjuluk Pangeran Biru tersebut diprediksi bisa kembali menerkam lawan-lawannya selama perjalanan musim pertama Liga 1 ini.

Persib tergolong tim yang aktif mendatangkan dalam bursa transfer menjelang kompetisi musim ini. Selain kuantitas, Persib juga mendatangkan eks mantan pemain Chelsea, Michael Essien. Persib memang tak membuka nominal gaji essien, namun disebut-sebut pemain Ghana itu digaji Rp 11,2 miliar per tahun.

Selain itu, Persib juga menambah skuat dengan merekrut penyerang yang pernah bergabung dengan Chelsea dan West Ham United dan timnas Inggris, Carlton Cole. Satu pemain cemerlang lain yang didatangkan adalah Raphael Maitimo.

Cole digaji lebih rendah ketimbang Essien dengan nominal Rp 5 miliar. Adapun Maitimo yang berada di kisaran Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar.

Namun, angka yang besar itu belum terlihat tajinya dalam laga uji tanding kontra Bali United. Tim besutan Djanur harus tunduk 1-2 dengan permainan lini tengah yang kurang oke.

Kerjasama Essien dengan Hariono di poros tengah tidak berjalan baik. Hasilnya, Persib kemasukan gol kedua di babak kedua lewat skema serangan balik, setelah Hariono melepaskan umpan ke pemain Persib.

Cole juga belum menunjukkan kualitasnya dengan hanya bermain selama 12 menit. Pemain asal Inggris itu tak banyak mendapat suplai bola dari rekan-rekannya, namun bisa mempersembahkan satu assist untuk gol Maitimo.

Musim ini Persib ditangani sosok yang sangat Persib, Djadjang Nurdjaman. Dia mantan pemain Persib di era perserikatan mempunyai magis bagi tim kebanggaan kota Parahyangan itu. Selain berhasil mengantar Maung Bandung juara ISL 2014, dia juga mampu mengembalikan performa tim saat di ISC A, yang kala itu “amburadul” di tangan Dejan. Persib pun sukses finis di posisi lima setelah sempat berada di posisi 13.

Selain memperbaiki performa Persib, Djanur juga melakukan perombakan skuat hasil rekrutan Dejan. Sejauh ini, hanya ada nama Kim Jeffrey Kurniawan yang masih dipertahankan.

Djanur memiliki bekal meyakinkan dengan ‘magang’ di klub Serie A, Inter Milan, yang masih memiliki pertalian dengan Persib.

Leave a Reply

%d bloggers like this: